'Merdeka atau Mati'Karya: Yamin Darah di tanah tak bertuan menggenang-Ratusan nyawa melayang-Bergelimpangan di medan perang-Mengangkat panji kemenangan Seorang pejuang berteriak lantang-Gagah berani memegang senjata lawan penjajah-Dua kata menjadi pilihan-Merdeka atau mati 1. Merdeka atau Mati Karya: Yamin Darah menggenang di tanah tak bertuan Ratusan nyawa melayang Bergelimpangan di medan perang Mengangkat panji kemenangan Seorang pejuang berteriak lantang Gagah berani memegang senjata lawan penjajah Dua kata menjadi pilihan merdeka atau mati Tubuh kekar dihujani peluru Penuh lubang di sekujur tubuh 1. R.A. Kartini 2. Untukmu Bung Tomo 3. Peto Syarif Gelar Tuanku Imam Bonjol 4. Cut Nyak Dien 5. Dr. Cipto Mangunkusumo 6. Panglima Besar Jendral Sudirman 7. Pangeran Diponegoro 8. Sultan Hasanudin 9. Dewi Sartika 10. Cut Nyak Dien Jakarta - Hari Pahlawan merupakan hari dimana kita akan mengenang seluruh jasa para pahlawan. Merdeka atau Mati sangat dikenal pada masa merebut kemerdekaan Indonesia. Walapun tidak jelas siapa yang pertama menggunakan slogan ini, tetapi berdasarkan banyak sumber slogan Merdeka atau Mati "dipopulerkan" oleh Bung Tomo dalam rangka mengobarkan semangat juang saat pemerintah Indonesia dianggap terlalu lambat menghadapi pergerakan Belanda yang membonceng sekutu. Puisi Kemerdekaan Singkat Bangkit. Puisi tentang kemerdekaan - Bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Ada banyak cara untuk menghargai jasa para pahlawan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, salah satunya menggunakan puisi. Ada banyak momen perjuangan kemerdekaan yang bisa dikenang melewati puisi 1. PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Karya : Chairil Anwar Ayo! Bung Karno kasih tangan, mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicara mu Dipanggang di atas api mu Digarami lautmu dari mulai tanggal 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api, Aku sekarang laut Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat 9mjWH.

puisi merdeka atau mati karya siapa