Caramenghitung kebutuhan baja ringan atap jurai - WA 0852-2284-3985 Jasa atap baja ringan bandung. Rangka atap baja ringan yang memiliki keunggulan seperti : ringan, anti rayap, lebih tahan karat, mudah pemasangannya, dan harga yang lebih hemat tanpa mengurangi kekuatan struktur bangunan.
11+ 0.5 + 0.5 = 12 m. Tinggal kita cari tinggi gewel. 1/3 dari 8 adalah 2.66 m atau dengan cara menghitung dengan derajat. 1/3 sama dengan 30 derajat berarti perhitungannya 8 x 30 = 240 / 100 = 2.4 m. Tinggal pilih ketinggian yang mana. Kali ini kita pakai yang 2.4 m.
Denganbegitu, kebutuhan sekrup genteng rumah 278 x 12 = 3.336 buah. Sedangkan untuk kebutuhan sekrup baja ringan bisa menggunakan rumus luas atap miring x 20. Sehingga kebutuhan sekrup baja ringan adalah 171 x 20 = 3.420 buah. Nah, itulah sedikit informasi mengenai cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah yang bisa kamu ketahui
disubstitusipada rumus.1 diatas, maka akan didapatkan harga/rumus sbb : Cukup mudah kan..Baik sekarang kita menginjak ke contoh kasus. Contoh diambil pada posting sebelumnya. Sebuah rumah dengan model atap Hip Roof (atap perisai) dengan ukuran atap sedemikian rupa, dan rencananya akan memakai penutup atap genteng beton dengan ukuran panjang 40 cm (dimana tiap 1m2 = 11 buah genteng beton).
Caramudah menghitung material atap baja ringan. Talang jurai = (tidak dihitung !! karena atap pelana, dan tidak terdapat jalur lintasan jurai !!) Untuk mengetahui tentang tata cara mencari anggaran biaya yang di butuhkan, anda dapat langsung menuju ke halaman Rencana Anggaran Biaya. Dari cara mudah menghitung material atap baja ringan ini
Untukmenghitungnya, perhatikan rincian berikut. Luas atap = 18.15 x 11.05 = 200.56 m2. Kemiringan atap = 30°. Luas atap berdasarkan kemiringan = 200.56 / cos 30° = 231.59 m2. Setelah saya mendapatkan luas atap berdasarkan sudut kemiringan derajat, saya akan memproyeksikan hitungan pada analisa SNI HSP 2010 untuk pekerjaan baja ringan dibawah
FlhLTx8. Cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah sebenarnya cukup mudah. Kita bisa menghitungnya sendiri, tanpa perlu bantuan dari orang yang berpengalaman. Namun sebelum itu, kalian harus terlebih dahulu mengetahui rumus menghitung atap baja ringan agar bisa menghitung secara tepat. Saat ini baja ringan menjadi pilihan banyak orang sebagai rangka atap rumah. Alasan memilih baja ringan dibandingkan rangka kayu adalah karena lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk membuat atap baja ringan juga lebih terjangkau dan dari segi pemasangan cukup mudah. Daftar Isi Artikel1. Cara Mengukur Volume Atap Baja Ringan2. Cara Meghitung Kebutuhan Baja Ringan3 . Cara Menghitung Kebutuhan Genteng4. Cara Menghitung Kebutuhan sekrup5. Total Biaya Pembuatan Atap Baja Ringan Baja ringan yang beredar dipasaran dijual perbatang dengan ukuran 6 meter. Harganya bervariasi, tergantung merk yang kalian beli. Setiap merk, tentu memiliki kelebihan dan kekurangan berbeda yang otomatis akan mempengaruhi harga jualnya. Semakin mahal, biasanya semakin bagus karena material yang digunakan lebih baik. Apapun merk yang digunakan, kalian harus terlebih dahulu menghitung kebutuhan baja ringan agar jumlah yang dibeli sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai jumlahnya kurang, karena bisa menghambat progress pembangunan rumah sehingga waktu pembuatan atap menjadi terlalu lama. Kalian bisa menghitungnya sendiri atau meminta bantuan tenaga ahli yang sudah berpengalaman dalam pembuatan atap baja ringan. Apabila kalian mencoba menghitungnya sendiri, maka kalian juga harus menghitung kebutuhan genteng metal, kaso, reng, dan kebutuhan sekrup. Semuanya harus dihitung agar bisa mengetahui total biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat atap rumah. Nah untuk mengetahui cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah, silahkan simak informasi yang dirangkum berikut ini. Cara Menghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk menghitung kebutuhan atap baja ringan, kita harus terlebih dahulu menghitung volume rangka atap baja ringan yang disesuaikan dengan ukuran rumah. Sebagai contoh kami akan menghitung kebutuhan baja ringan untuk rumah ukuran 8 x 12 yang memiliki overstek atap dengan panjang 1 meter serta kemiringan atap sekitar 35 derajat. Dari contoh diatas, maka bisa disimpulkan sebagai berikut Panjang bangunan = 12 + 1 + 1 = 14 m Lebar bangunan = 8 + 1 + 1 = 10 m Derajat kemiringan = cos 35 = 0,819 Selanjutnya kita tinggal mengukur volume atap baja ringan. Adapun rumusnya bisa kalian simak dibawah ini. 1. Cara Mengukur Volume Atap Baja Ringan Volume atap baja ringan bisa kita hitung dengan rumus Rumus Volume = Panjang Bangunan + Overstek Genteng x Lebar Bangunan + Overstek Genteng / Derajat Kemiringan Atap Genteng cos derajat Setelah mengetahui rumusnya, selanjutnya kita tinggal memasukan data diatas menjadi Volume 14 x 10 / = 171 m2 Nah setelah mengetahui volume atap, maka sekarang kita tinggal menghitung kebutuhan baja ringan yang meliputi, kaso, reng, sekrup, dan kebutuhan genteng. Adapun untuk rumusnya silahkan simak dibawah ini. 2. Cara Meghitung Kebutuhan Baja Ringan Untuk membuat rangka atap baja ringan kita membutuhkan kaso dan reng. Kedua meterial menjadi bagian paling penting dari atap baja ringan. Oleh karena itulah kita harus menghitungnya secara benar agar bisa mengetahui berapa jumlah kaso dan reng yang dibutuhkan. Kuat atau tidaknya atap baja ringan sangat ditentukan oleh jumlah kaso dan reng. Jadi jangan asal membelinya, tanpa terlebih dahulu menghitung kebutuhan baja ringan tersebut. Nah untuk mengetahui berapa jumlah yang dibutuhkan, silahkan simak dibawah ini. Jumlah Kaso Pertama kita harus menghitung jumlah kaso atau canal yang dibutuhkan. Rumusnya adalah Luas atap miring x 4 / 6 Dengan rumus diatas, maka jumlah kaso yang dibutuhkan adalah sebanyak = 171 x 4 / 6 = 114 batang kaso Jumlah Reng Setelah mengetahui jumlah taso yang dibutuhkan, maka selanjutnya tinggal menghitung kebutuhan reng dengan rumus Jumlah Taso x Mengapa yang dihitung adalah Jumlah Taso? Jawabannya adalah karena reng dipasang diatas taso, sehingga jumlah yang dibutuhkan sangat bergantung dengan jumlah Taso. Dengan rumus diatas, maka jumlah kaso yang dibutuhkan menjadi 114 x 1,2 = 137 batang reng 3 . Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Langkah selanjutnya kita tinggal menghitung kebutuhan genteng. Kalian bisa menggunakan genteng metal, genteng keramik, ataupun genteng biasa. Namun pada kesempatan kali ini kami akan memberikan contoh menghitung kebutuhan genteng untuk genteng metal yang memiliki ukuran 2×4. Adapun rumus yang digunakan adalah Volume Atap x Dengan volume atap mencapai 171 m2, maka kebutuhan genteng metal menjadi 171 x 1,62 = atau apabila kita bulatkan menjadi 278 lembar genteng metal dengan ukuran 2×4. Kami sarankan untuk membeli genteng metal dalam jumlah lebih untuk menghindari ada salah satu genteng yang cacat. Selain itu, kalian juga bisa membeli kaso dan reng cadangan. 4. Cara Menghitung Kebutuhan sekrup Yang membedakan antara atap baja ringan dengan atap kayu adalah cara pemasangannya. Pasalnya untuk memasang kaso dan reng harus menggunakan sekrup baja. Tak hanya itu, kita juga membutuhkan sekrup genteng untuk memasang genteng metal. Nah untuk mengetahui berapa kebutuhannya, silahkan simak berikut ini. Sekrup genteng Rumus yang digunakan adalah Jumlah genteng x 12 Sehingga menjadi = 278 x 12 = buah Sekrup baja Rumus yang digunakan adalah Luas atap miring x 20 Sehingga menjadi = 171 x 20 = buah 5. Total Biaya Pembuatan Atap Baja Ringan Biaya Material Pembuatan Atap Baja Ringan Yah, cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah memang cukup mudah. Setelah mendapatkan hasilnya, maka kita tinggal menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat atap rumah. Total biaya yang dikeluarkan tergantung dari material yang digunakan. Kalian bisa memilih material yang murah, atau material yang mahal. Nah sebagai contoh kami akan mencoba menghitung biaya pembuatan atap ringan dengan material sebagai berikut. Harga Kaso Baja Ringan Taso mm Rp. / batang Harga Reng Baja Ringan Taso mm Rp. / batang Harga Genteng Metal Pasir Sakura Roof 2 x 4 x mm Rp. / buah Harga Sekrup Baja Ringan Galvanis 10 x 19 Rp. 110 / buah Harga Sekrup Genteng 6 x 1 drywall Rp. 100 / buah Dengan spesifikasi material diatas, maka kita tinggal mengkalikannya dengan kebutuhan baja ringan yang sudah kita hitung diatas. Nah untuk lebih jelasnya, silahkan simak tabel berikut ini. Material Jumlah x Harga Total Kaso 114 Batang x Rp. Rp. Reng 134 Batang x Rp. Rp. Genteng Metal 279 Buah x Rp. Rp. Sekrup Genteng Buah x Rp. 110 Rp. Sekrup Baja Buah x Rp. 100 Rp. Total Biaya Rp. Nah itulah total biaya pembuatan atap rumah untuk sebuah rumah yang memiliki ukuran 8 x 12. Total biayanya bisa jauh lebih mahal apabila menggunakan spesifikasi material yang lebih tinggi. Selain itu, total biayanya belum termasuk biaya pemasangan yang bisa mencapai jutaan rupiah. Di Indonesia sendiri ada banyak sekali produsen baja ringan. Namun kami lebih menyarankan merk Taso karena terbukti kuat dan harganya cukup terjangkau. Taso juga menyediakan beberapa ukuran berbeda yang bisa kalian simak harganya pada artikel berikut “Daftar Harga Baja Ringan Taso” Nah demikianlah informasi mengenai cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap rumah. Setelah mengetahui rumus dan cara menghitungnya, maka kalian bisa menghitungnya sendiri. Cukup sekian informasi jangan lupa simak pula artikel mengenai Daftar Harga Baja Ringan pada artikel sebelumnya.
Cara sederhana menghitung baja ringan yang digunakan biasanya memakai rumus cosinus. Seperti A. Atap Pelana Atap Pelana ialah model tipe atap rumah yang memiliki sisi miring hanya dibagian samping. Samping kanan dan kiri segitiga adalah sisi yang di hitung, yang garis bawah hitam adalah oversteck atau gimbalan Biasanya ke depan dan ke samping, berarti ada 4 oversteck dan segitiga yang berwarna adalah gewel yang biasanya terbuat dari bata, sedang garis putih ditengah segitiga adalah tinggi gewel Untuk cara perhitungannya Ketahui tinggi segitiga atau gewel, biasanya untuk rumah pribadi. Untuk mengetahui tinggigewel digunakan rumus 1/3 lebar + oversteck. Misal rumah 7 m x 11 m dengan overstect 0,5 m disetiap sisi. Karena ada sisi depan dan belakang dan samping ada 2 yakni kanan dan kiri jadi. 7 + + = 8 m 11 + + = 12 m Tinggal kita cari tinggi gewel 1/3 dari 8 adalah m atau dengan cara menghitung dengan derajat 1/3 sama dengan 30 derajat berarti perhitungannya 8 x 30 = 240 / 100 = m Tinggal pilih ketinggian yang mana. Kali ini kita pakai yang m Hitung sisi miring gewel / segitiga x + 4 x 4 = + 16 = akar kuadrat = m Penjelasan x adalah tinggi gewel / segitiga gewel x gewel 4 x 4 adalah setengah alas segitiga dikalikan sama Sa x Sa Sa = Setengah Alas Tinggal dikalikan. Sisi miring gewel x panjang rumah = m x 12 m x 2 = Total Luas Rumah adalah Misal Misalkan rumah diatas jarak kuda – kuda adalah 120 = m maka c yang dibutuhkan untuk membuat kuda – kuda adalah Panjang rumah tanpa oversteck = 11 maka panjang dibagi jarak kuda – kuda= 11m / = 9 9 x sisi miring = ada dua sisi jadi dikali 2 maka x 2 = Ada sisi tumpuan kuda – kuda mengikuti lebar bangunan 8 x 9 = 72 Ada yang disebut cremona yang ada ditengah segitiga / gewel Dalam kasus ini kita asumsikan 14 m per kuda – kuda karena ada 9 jadi kita kalikan 9 x 14 m = 126 Sekarang tambahkan + 72 + 126 = Setiap C atau usuk yang dibeli dipasaran memiliki panjang 6 m. Jadi atau kita bulatkan 282 / 6 = 47 C Reng biasanya mengikuti jarak dari genteng. Misalkan kita menggunakan Genteng beton flat, maka jarak Genteng flat yang umum saat ini sekita m atau 32 cm. Panjang bangunan adalah 12 m dan lebar pada suatu sisi adalah Jadi kurang lebih begini perhitungannya m x m = 14,56 x 12 x 2 sisi = Untuk reng panjangnya sama dengan C yakni 6 m per batang. Kita kalkulasi sekarang. / 6 = dibulatkan jadi 59 batang Kita akan membandingkan perhitungan yang diatas dengan menggunakan perhitungan ini Panjang x lebar = 7 m + oversteck x 11 m + oversteck dengan 30 derajat. perhitungan hanya dengan mengalikan panjang x lebar / 30 derajat jadi 8 m x 12 m = 96 m2 = m2 cosinus 30 = cosinus 35 = cosinus 40 = cosinus 45 = Mari kita gunakan rumah yang sama dengan diatas Panjang 11 m dan lebar 7 m dengan overstect m setiap sisi dan dengan 30 derajat Perhitungannya 12 x 8 m x = m2 B. Atap Jurai Sebenarnya hampir sam untuk perhitungan rangka atap model jurai Miring Pertama kali yang harus kita hitung ialah luas segitiga dan trapesium Kita samakan panjang dan lebar dari bangunan diatas ialah 7 m x 11 m dengan oversteck disetiap sisi dan ketinggian 30 derajat. maka perhitungannya seperti ini Sisi miring bangunan tersebut ialah m jadi bisa kita simpulkan jurai depan, jurai belakang, jurai kanan dan jurai kiri adalah m2 Sekarang kita cari luas segitiga Luas segitigan ada si sisi 2 dan 4 Rumus luas segitiga adalah 1/2 alas x tinggi Tinggi dalam hal ini diambil alih oleh jurai. jurai yang dihitung tadi ketemu sedangkan panjang bentangan Luas Rumah 8 m jadi 4 x karena ada 2 sisi maka x 2 = m2 Luas Trapesium kita hitung dengan hitungan yang sama yaitu Panjang bawah + panjang atas / 2 x panjang jurai Panjang bawah otomatis panjang bangunan + oversteck sedangkan panjang atas tengah yaitu panjang bangunan – lebar 12 m – 8 m = 4 m Jadi 12 + 4 m/2 x 4 .66 m x 2 Luas total adalah luas trapesium + luas semua segitiga = m2 + m2 = m2 Semoga Informasi ini berguna buat anda KONTAK MEGATruss Global Office & Showroom Jl. Mayjend Sungkono, Citra Garden City / Ciputra, Blok P1. – Kota Malang Workshop & Factory di Surabaya Pergudangan Mutiara Margomulyo Indah Blok A-37, Kota Surabaya Workshop di Kediri Badas, Pare – Kediri Workshop di Ponorogo Desa Kradinan kecamatan Dolopo Ponorogo Phone Telkomsel 0853 3443 9900 Call, SMS, WhatsApp, Line Indosat 0856 55 40 0004 Call, SMS, WhatsApp XL / Axis 087 888 48 5050 Call, SMS Phone & Fax 0341 – 754253 Email megatrussglobal
Kebutuhan baja ringan di dunia arsitektur dapat dikatakan sangat meningkat. Tidak terkecuali untuk rangka dan atap bangunan. Bahkan seiring dengan perkembangan zaman, beragam bentuk atap, termasuk bentuk atap pelana menggunakan baja ringan sebagai rangkanya. Tetapi meskipun minat masyarakat dalam menggunakan material ini cukup tinggi, terkadang beberapa orang masih belum tahu bagaimana cara menghitung kebutuhan rangka atap baja ringan untuk bentuk atap pelana . Padahal, dengan mengetahui berapa kebutuhan baja ringan untuk rangka atap, maka biaya pembangunan dapat diprediksi. Karenanya, tidak ada salahnya mengetahui cara menghitung kebutuhan material baja ringan tersebut, khususnya untuk bentuk atap pelana, seperti ulasan berikut. Data Ukuran Bangunan Data berupa panjang dan lebar bangunan digunakan untuk menentukan nilai volume atap. Untuk mempermudahnya, bisa diambil contoh rumah type 36 yang menerapkan atap pelana. Umumnya, panjang dan lebar rumah type 36 adalah 6 x 6 meter. Lalu, overstek yang digunakan biasanya adalah 1 meter. Contoh kemiringan atapnya yaitu 35 derajat. Berdasarkan contoh data ukuran rumah type 36 dengan bentuk atap pelana tersebut, maka dapat digunakan rumus Panjang bangunan = panjang rumah + 2 x panjang overstek = 6 + 2 x 1 = 8 meter Lebar bangunan = lebar rumah + 2 x panjang overstek = 6 + 2 x 1 = 8 meter Derajat kemiringan = Cos 35 = 0,819 Volume Atap Bentuk Atap Pelana Selanjutnya, volume atap dapat dihitung setelah data ukuran rumah telah ditentukan menggunakan rumus berikut. Volume = panjang rumah + panjang overstek di kedua sisi x lebar rumah + panjang overstek di kedua sisi / derajat kemiringan atap Maka, volume bentuk atap pelana adalah = 8 x 8/ 0,819 = 78,144 meter kubik atau 78 meter kubik. Kebutuhan Kanal C dan Reng Dalam mengaplikasikan rangka atap baja ringan, kanal C dan reng adalah bagian yang sangat penting penting, dimana ketika dihitung, hal tersebut akan membantu dalam memprediksi kebutuhan dana. Cara menghitungnya dapat menggunakan rumus sebagai berikut. Rumus kebutuhan kanal C = volume atap x 4/panjang baja ringan per batang = 78 x 4 /6 = 296/6 = 52 batang kanal C baja ringan. Rumus kebutuhan reng = Jumlah kanal C x jarak pemasangan reng = 52 x 1,2 = 62,4 atau sekitar 63 batang reng baja ringan. *** Itulah cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk bentuk atap pelana. Meskipun dapat dilakukan oleh aplikator maupun kontraktor, penghitungan yang dilakukan sendiri akan menguntungkan, terutama untuk memprediksi dana yang harus disiapkan/dibutuhkan. Agar rangka atap rumah kokoh, awet, dan tak mudah roboh/ambruk, pastikan pula untuk selalu memilih produk baja ringan berkualitas yang diproduksi oleh roll former terpercaya. Seperti PT Kepuh Kencana Arum yang selalu menyediakan produk baja ringan terbaik, ber-SNI dan dilengkapi dengan garansi. Post navigation
Walau pada saat pengajuan penawaran harga, baut baja ringan umumnya tidak disebutkan secara spesifik. Tentang ukuran, jumlah maupun biaya pengadaan, dan pemasangannya. Tapi, ketika pelaksanaan pekerjaan, alat sambung ini mau tidak mau, harus Ada hitung secara detail. Tujuan menghitung baut Terbagi menjadi 2, yaitu 1]. Tuan secara langsung, dan 2]. Tidak langsung. Tujuan langsung adalah untuk mengetahui berapa jumlah baut yang dibutuhkan. Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut. Supaya jangan sampai kurang. Sekaligus untuk mengetahui biaya yang harus di alokasikan untuk pengadaan. Sementara tujuan tidak langsung adalah Untuk menetapkan spesifikasi baut baja ringan yang akan digunakan. Meliputi ukuran diameter dan panjang, dan merek. Acuan untuk menghitung RAP Rencana Anggaran Pelaksanaan pekerjaan baja ringan. Sebagai pedoman bagi tukang untuk memasang konstruksi baja ringan. Langkah awal sebelum melakukan perhitungan kebutuhan baut Langsung saja iya teman-teman pada contoh kasus. Seperti terlihat pada gambar denah atap dibawah ini. Rencana konstruksi atap menggunakan material baja ringan. Langkah awal sebelum menghitung kebutuhan baut baja ringan, antara lain Identifikasi jenis dan jumlah kuda-kuda Hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kuda-kuda yang terdapat pada konstruksi atap. Misalnya untuk atap pelana, dipastikan type kuda-kuda hanya 1 jenis. Namun, jumlah kuda-kuda banyak. Sebab penentuan jumlah kuda-kuda adalah tergantung panjang atap. Kasusnya berbanding terbalik dengan atap limasan. Model rangka kuda-kuda sangat banyak. Antara lain kuda-kuda normal, kuda-kuda trapesium, 1/2KK, 1/3KK, dan rangka atap jurai. Tapi, masing-masing dalam jumlah sedikit. Menentukan dimensi baut dan jumlah pasang Sebagaiman kita ketahui baut baja ringan ragamnya banyak. Tapi, tentu tidak semua cocok dengan konstruksi atap. Lalu, bagaimana cara menentukan dimensi baut?. Seperti berikut ⁃ Pilih brand yang terkenal, memiliki garansi, serta aturan pakai produk. ⁃ Diameter dan panjang baut, Anda tentukan sesuai dengan aturan pakai produk tersebut. Dalam hal ini kami tidak menyebutkan merek tertentu maaf, supaya tidak dianggap berpihak pada salah satu produsen. Tapi, untuk mendapatkan informasi tersebut sangat mudah. Yakni dengan cara mendatangi langsung toko mur baut. Atau, hunting melalui internet. Sementara itu, soal jumlah baut pada 1 titik sambungan. Hal ini seharusnya sudah tertera dalam gambar kerja. Namun demikian, bilamana perhitungan baut baja ringan, Anda lalukan sembari membuat gambar kerja. Pun, sangat memungkinkan. Ketentuan tentang jumlah baut umumnya adalah sebagai berikut 1. Baut rangka kuda-kuda baja ringan minimal 3 buah. Dan, maksimal 5 buah. 2. Baut bracing, dan reng masing-masing 2 buah. Per titik simpul. Langkah-langkah menghitung baut atap baja ringan Untuk mengetahui jumlah keseluruhan kebutuhan baut pada satu konstruksi atap. Perhitungan terbagi menjadi 4 tahap, yaitu Menghitung baut kuda-kuda normal Yang termasuk kuda-kuda normal adalah kuda-kuda utama, dan trapesium. Nah, masing-masing kebutuhan baut untuk kuda-kuda ini harus Anda hitung. Misalnya bentuk kuda-kuda induk adalah seperti gambar dibawah ini. Berdasarkan gambar diketahui jumlah titik sambung/pertemuan rangka kuda-kuda. Semisal dengan kode S. Adalah sebanyak 40 buah. Masing-masing terdiri dari 2 batang baja ringan. Serta, berisi 3 buah baut. Maka, jumlah baut baja ringan misal dengan kode N, untuk kuda-kuda tersebut adalah = 3 x 2 x S = 240 buah. Hal yang sama lakukan pada kuda-kuda baja trapesium. Pada umumnya jumlah baut tidak jauh berbeda. Sebab jumlah rangka batang, pada kuda-kuda trapesium adalah sama dengan kuda-kuda utama. Menghitung jumlah baut kuda-kuda jurai Kasusnya berbeda dengan rangka atap jurai, maupun 1/2KK; 1/3KK; 1/5KK dan seterusnya. Kuda-kuda ini hanya terdiri dari 1 batang. Bukan berupa rangka, sebagaimana kuda-kuda utama, atau trapesium. Adapun cara pemasangannya adalah menopang pada setiap kuda-kuda trapesium. Seperti terlihat pada gambar diatas. Maka, pemasangan baut baja ringan hanya 4 biji per titik sambung. Selanjutnya, untuk mengetahui jumlah baut. Anda hitung berapa jumlah titik sambung, lalu kalikan dengan 4. Perhatikan contoh berikut. Diketahui S = 6 titik, dan jumlah KK = 12 stel. Maka, total kebutuhan baut adalah N = 4 x 6 x 12 = 288 biji. Menghitung baut bracing Cara menghitung baut bracing baja ringan, juga sangat mudah. Sama dengan menghitung kebutuhan baut rangka atap jurai. Pada intinya, Anda wajib mengetahui letak-letak sambungan antara rangka kuda-kuda, dengan bracing. Supaya tahu berapa jumlah baut baja ringan. Kan material bracing ada 2 macam?. Yaitu pakai reng baja ringan, atau profil C. Apakah jumlah baut per titik sambungan sama?. Benar. Sama. Yaitu 2 buah. Bedanya adalah pada ukuran baut. Sejauh ini paham kan, mengapa ukuran/jenis baut berbeda?. Kalau belum, berarti perlu belajar lagi dasar-dasar tentang material baja ringan. Topik yang terkait dengan hal tersebut, silahkan Anda baca melalui tautan ini. Menghitung baut reng Telah disinggung pada poin 3. Pemasangan baut reng untuk setiap kuda-kuda adalah 2 buah. 1 biji sebelah atas profil, 1 lagi sebelah bawah. Seperti terlihat pada gambar detail berikut. Nah, cara menghitung jumlah kebutuhan baut, sama persis dengan baut bracing. Pertama-tama yang Anda butuhkan tetap jumlah titik pemasangan reng. Lalu, kalikan dengan 2. Selesai. Pemasangan baut baja ringan yang tepat Untuk memasang sebuah konstruksi atap baja ringan. Umumnya menggunakan 2 macam ukuran baut, yaitu Ukuran 10×16. Dengan panjang 16 mm. Berguna untuk pemasangan seluruh komponen rangka atap, yang menggunakan material reng baja ringan. Ukuran 10×19. Atau, panjang 19 mm. Adalah digunakan untuk memasang baja ringan kanal C. Dengan demikian, ketika Anda tengah membuat perhitungan kebutuhan baut. Sebaiknya pisahkan jenis baut menurut ukuran panjang. Hal tersebut untuk memudahkan Anda membuat rekapitulasi kebutuhan. Sekian penjelasan tentang cara menghitung kebutuhan baut baja ringan. Semoga bermanfaat.
ABSTRAK Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan Dan Rangka Atap Kayu Dari Segi Analisis Struktur Dan Anggaran Biaya. Rangka atap yang diteliti terdiri dari bentang 6 m dan 12 m dengan menggunakan kayu kelas II dan baja ringan dengan tipe atap pelana, sudut kemiringan atap 30°, penutup atap menggunakan genteng keramik dan genteng kodok. Pemodelan rangka atap yang digunakan merupakan pemodelan yang umum digunakan. Biaya dihitung dalam Rencana Anggaran Biaya menggunakan harga satuan Tahun 2013. Dengan berdasarkan peraturan SNI No. 3434 Tahun 2008 serta menggunakan Program SAP 2000 untuk menghitung tingkat kerusakan ratio dan defleksi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah presentase pengurangan berat kuda-kuda baja ringan terhadap kayu yang menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 79,66% dan 78,46%, sedangkan yang menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 79,04% dan 77,31%. Presentase pengurangan biaya kuda-kuda baja ringan terhadap kayu yang menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 8,45% dan 10,72%, sedangkan yang menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 27,29% dan 28,78%. Kedua permodelan menggunakan baja ringan maupun kayu mempunyai tingkat kerusakan ratio dan defleksi yang sangat kecil sehingga sangat aman. Nilai ratio maksimum untuk kuda-kuda kayu menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,02 dan 0,044, kuda-kuda kayu menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,018 dan 0,039. Nilai ratio maksimum untuk kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,108 dan 0,303, kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,09 dan 0,243. Nilai defleksi maksimum untuk kuda-kuda kayu menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,009 dan 0,026, kuda-kuda kayu menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,008 dan 0,023. Nilai defleksi maksimum untuk kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng keramik bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,015 dan 0,03, kuda-kuda baja ringan menggunakan genteng kodok bentang 6 m dan 12 m mencapai 0,012 dan 0,024. ABSTRACT Comparative Analysis Of Cool Formed Steel Roof Frame And Wood Roof Frame By The Structure Analysis And Budget. Roof truss spans studied consisted of 6 m and 12 m by using a timber class II and cool formed steel with type gable, roof slope angle of 30 °, roof coverings used is ceramic tile and tile toad. Modeling of roof truss that is used is based on the commonly used modeling. Cost is calculated in the Budget Plan using the unit price under the rules of the Year 2013. With SNI No. 3434 In 2008 and using SAP 2000 program to calculate the level of damage ratio and deflection. The results obtained from this study is the percentage of weight reduction cool formed steel framework to wood framework using ceramic tile span of 6 m and 12 m reaches and while those using frog tile span of 6 m and 12 m reaches 79, 04% and Percentage reduction in cost of the cool formed steel framework to wood framework using ceramic tile span of 6 m and 12 m reached and while those using frog tile span of 6 m and 12 m reaches and Both modeling using
cara menghitung atap baja ringan jurai