Hubungikami Pengacara Terbaik di Bidang Migas (minyak dan gas): Prof. Dr. Juanda S.H., M.H & Partners Law Firm - Ogiandhafiz Juanda & Lawyers Ogiandhafiz Juanda S.H., LL.M., C.L.A., C.P.Arb., C.M.L., C.Me., C.M.L.C Hp. 08 131 147 147 6 Email : Ogiandhafizjuanda@gmail.com
Inilahtugas konsultan migas dan hal lain yang berhubungan erat dengan tugas konsultan migas serta aspek K3 secara umum di Indonesia. Kriteria pemilihan konsultan ISO 17025 mengetahui dari awal seperti yang akan jumlah konsultan setelah selesainya proyek.
Perusahaanyang bergerak dalam bidang jasa konsultasi pengembangan bisnis dan teknologi ekplorasi minyak, gas bumi, panas bumi dan pertambangan di Indonesia. Alamat Jl. Sairin 1, No.1, Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16423 Telp./Fax: 021-2909-8089 Email: info[at]ptpei[dot]com
ENERGIKONSULTAN INDONESIA. CV. ENERGI KONSULTAN INDONESIA adalah perusahaan Perencanaan konstruksi berbentuk CV. CV. ENERGI KONSULTAN INDONESIA beralamat di JL. KECAPING RAYA NO. 144 MANGGALA kabupaten Kota Makassar. CV. ENERGI KONSULTAN INDONESIA adalah badan usaha berpengalaman yang mengerjakan proyek nasional. CV.
8 Permen ESDM 35/2008 tentang Tata cara penetapan Wilayah Kerja Migas: UNDUH: 9. Permen ESDM 5/2012 tentang Tata Cara Penetapan & Penawaran WK Migas Non-Konvensional: UNDUH: 10. Permen ESDM 15/2015 tentang Pengelolaan WK Migas Berakhir Kontrak: UNDUH: 11. Permen ESDM 8/2017 tentang Skema Gross Split: UNDUH
AsosiasiPerusahaan Pemboran Minyak, Gas dan Panas Bumi Indonesia. APMI adalah satu-satunya wadah dari semua perusahaan nasional kontraktor pemboran minyak, gas dan panas bumi di seluruh Indonesia, berdiri pada tanggal 24 April 1980 di Jakarta. APMI Mewadahi perusahaan kontraktor pemboran minyak, gas dan panas bumi dengan wilayah kerja di
iRbcMIh. JAKARTA - Emiten migas PT Energi Mega Persada Tbk. ENRG mendapatkan temuan minyak baru 115 juta barel dari blok KKS Malacca anak usahanya, PT Imbang Tata Alam ITA, emiten berkode ENRG ini merupakan operator dan pemilik 100 persen working interest di blok KKS Malacca usahanya melaporkan telah mendapatkan temuan minyak baru sebesar 115 juta barel dari blok KKS Malacca Strait. Temuan minyak baru tersebut sedang dalam proses sertifikasi oleh Gaffney Cline & Associates, yang merupakan salah satu konsultan migas terkemuka di pekerjaan Optimasi Pengembangan Lapangan Lanjutan OPLL di Lapangan TB, ITA juga berhasil menemukan tambahan jumlah minyak di tempat sebesar 41 juta itu, jumlah total penemuan minyak di tempat Original Oil in Place di lapangan TB dan Ringgit menjadi sebesar 156 juta Executive Officer Energi Mega Persada Syailendra Bakrie mengatakan penemuan minyak baru tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja produksi dan keuangan perusahaan dalam waktu dekat."Dengan diselesaikannya aktivitas pemboran di lokasi temuan minyak baru tersebut, diharapkan ITA sebagai Operator dan pemilik working interest di blok KKS Malacca Strait dapat menjadi menjadi salah satu dari 10 produsen minyak terbesar di Indonesia," jelasnya, Senin 6/6/2022.Perseroan akan terus mendukung target Pemerintah mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada tahun Financial Officer Energi Mega Persada Edoardus Ardianto menambahkan penemuan minyak baru tersebut merupakan kesuksesan atas aktivitas pemboran di lapangan minyak TB dan Ringgit yang merupakan bagian dari blok KKS Malacca Strait."ITA akan melakukan pemboran di 19 sumur pengembangan di lapangan terkait untuk mulai memproduksikan temuan minyak baru tersebut," menjelaskan estimasi biaya memproduksikan temuan cadangan minyak ini secara komersial adalah sekitar Rp2-Rp2,5 triliun di tahun 2022 dan 2023."Kami juga berterima kasih kepada SKK Migas atas dukungan dan kerjasamanya dalam pengoperasian aset-aset migas kami selama ini,” SKK Migas Dwi Soetjipto, menjelaskan akan memberi dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan eksplorasi dan pengembangan yang dilakukan oleh seluruh KKKS, termasuk temuan kandungan minyak oleh ITA di Blok KKS Malacca Strait ini."Selanjutnya, SKK Migas akan melanjutkan kerjasama dengan KKKS untuk memenuhi target produksi migas nasional. Diharapkan harga minyak dan gas yang cukup tinggi saat ini dapat memotivasi KKKS mempercepat kegiatan eksplorasi dan pengembangan yang tengah dilakukan,” tambahnya.
Jakarta ANTARA News - Ikatan Konsultan Nasional Indonesia Inkindo meminta pelaku usaha sektor minyak dan gas migas agar melonggarkan persyaratan tender untuk memberi kesempatan kepada konsultan dalam negeri menggarap proyek berskala besar. "Selama ini baik BPH Migas, BPN Migas, PGN, Pertamina, bahkan Ditjen Migas mengenakan syarat yang sulit dipenuhi pelaku jasa konsultan di Indonesia," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional DPN Inkindo, Bachder Djohan di Jakarta, Kamis. Usai diskusi mengenai "Peran Konsultan Nasional dalam Percepatan Investasi Produksi, Transmisi, dan Kilang Minyak dan Gas, Bachder mengatakan, akibat syarat yang sangat ketat tersebut membuat peserta tender konsultan di sektor migas hanya diikuti perusahaan-perusahaan asing, kalaupun ada, konsultan lokal hanya menjadi bagian kecil dari kegiatan itu. "Kita ingin dilibatkan dalam porsi yang lebih besar. Itu baru bisa dicapai apabila syarat yang ditetapkan dapat diturunkan. Kalau tidak diberi kesempatan kapan lagi kita dapat mengikuti proyek tersebut," ucapnya. Bachder menyampaikan akibat kebijakan di sektor migas yang sangat ketat ini membuat dari Badan Usaha anggota Inkindo di DKI Jakarta dari total seluruh Indonesia yang terlibat sebagai konsultan migas mungkin hanya 10 sampai 15 badan usaha saja. "Itupun bermain dalam skala yang lebih kecil," ujarnya. Sementara itu menurut Sekjen DPN Inkindo, Laksmo Imawanto, ke depan potensi di sektor migas sangat besar sesuai dengan target pemerintah seperti peningkatan produksi minyak bumi mencapai 1,3 MMBOD sampai dengan tahun 2010, pemenuhan gas domestik sampai 3,8 BCFD tahun yang sama, pemenuhan kapasitas kilang ton lebih, serta rencana menyalurkan gas bumi dari daerah produsen di Sumatera dan Kalimantan ke konsumen di Pulau Jawa. Laksmo juga menyampaikan, sejumlah potensi yang dapat digarap diantaranya rencana BP Migas meminimalkan biaya operasi dan peningkatan penyerapan sumber daya nasional sampai dengan 55 persen, upaya Ditjen Migas untuk menemukan cadangan baru, serta target Pertaminan di sektor hulu dan hilir sampai dengan Rp15,2 triliun. Menurut Bachder, selama ini badan usaha Inkindo yang terlibat langsung dalam proyek migas masih dibawah 30 persen, padahal idealnya untuk proyek di negara sendiri seharusnya dapat 80 persen. Bachder menyampaikan, sebenarnya peluangnya sangat besar karena sebagian anggota Inkindo memiliki kemampuan dalam hal survai, pemetaan sampai ke dalam tanah, studi kelayakan, sampai Analisa Manajemen dan Dampak Lingkungan Amdal. Tetapi karena tidak diberi kesempatan akhirnya proyek-proyek migas banyak yang dikuasai asing. Bachder mengatakan, sebenarnya untuk memberdayakan konsultan nasional tidak terlalu sulit. Paling penting saat ini kemauan dari instansi di sektor migas untuk lebih terbuka dan berpihak kepada konsultan nasional. Diakuinya tenaga ahli yang dimiliki belum memadai, namun apabila tidak diikutkan dalam proyek di dalam negeri kekurangan tenaga ahli akan terus terjadi bahkan semakin parah. Menurutnya, syarat yang diajukan kepada konsultan lokal terkadang-kadang tidak masuk akal. "Anggapan saya instansi maupun pelaku di bidang migas memang sengaja diberikan syarat yang berat agar tidak dapat ikut tender," ujar Bachder.*Editor Suryanto COPYRIGHT © ANTARA 2007
Jakarta Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia IATMI merekomendasikan beberapa hal terkait proyek hulu minyak dan gas migas, antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas SKK Migas. Salah satunya, rekomendasi keterbukaan data terkait efisiensi dan strategi pembiayaan proyek migas di Indonesia. Hal ini dipercaya dapat mendorong perubahan strategi pengelolaan dan alih tukar praktik terbaik antar KKKS. Sehingga mendukung target produksi nasional unconstraint sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 millar standar kaki kubik gas per hari pada 2030 yang dicanangkan oleh pemerintah. “IATMI juga memberikan beberapa rekomendasi yang menyoroti perlunya akselerasi proses persetujuan izin pengembangan lapangan Plan of Development/PoD migas, terutama bagi lapangan-lapangan tua di Indonesia,” kata Ketua Umum IATMI, John Hisar Simamora, Kamis 15/4/2021. IATMI juga merekomendasikan perlunya revisi terkait penyederhaan aturan dalam pedoman tata kerja PTK. Target produksi migas nasional 1 juta barel minyak per hari dan 12 millar standar kaki kubik gas per hari pada 2030, yang didasarkan pada masukan rencana jangka panjang Long Term Plan dari setiap KKKS di Indonesia tersebut, memang memiliki tantangan teknik dan non-teknis. Oleh karena itu, selain dengan menemukan sumber daya dan mengembangkannya dengan optimal dengan biaya yang efisien, dukungan dari pemerintah dalam bentuk insentif baik fiskal maupun non-fiskal menjadi sangat penting. Selain itu penerapan teknologi untuk meningkatkan tingkat pengurasan lapangan seperti injeksi air, Enhanced Oil Recovery EOR dan stimulasi produksi serta pengembangan sumber migas non-konvensional MNK juga akan membantu upaya peningkatan produksi. John mengatakan jika melihat kondisi sektor migas Indonesia saat ini, dimana produksi migas banyak disokong oleh lapangan-lapangan tua, maka penerapan teknologi tepat guna akan memegang peranan kunci. “IATMI juga menyoroti aspek efisiensi biaya, baik dari sisi biaya operasi untuk mempertahankan bisnis dan biaya pengembangan proyek untuk dapat meningkatkan produksi,” kata kata John yang juga Direktur Strategic Planning & Business Development, Pertamina Subholding Upstream. Beberapa hal bisa membantu efisiensi biaya ini seperti penerapan teknologi digital, implementasi metode perbaikan proses bisnis seperti lean sigma dan sharing knowledge serta benchmarking antar perusahaan. Rekomendasi IATMI tersebut berdasarkan hasil konferensi internasional bertajuk “Bending the production curve and transitioning to new energy landscape” yang digelar secara virtual, Sabtu, 10 April 2021. Konferensi yang membahas beragam topik migas tersebut dihadiri 600 peserta, dari hampir seluruh pemangku kepentingan sektor migas mulai dari unsur pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama KKKS, lembaga kajian, akademisi serta asosiasi keprofesian migas. Konferensi juga diikuti sejumlah diaspora profesional migas Indonesia di Malaysia, Kuwait, Qatar, Rusia, Norwegia, Inggris, Australia dan beberapa negara lainnya. Pemerintah telah menetapkan PT Pertamina Persero sebagai pengelola blok minyak dan gas migas Rokan‎ setelah 2021. Keputusan ini merupakan kado pemerintah untuk rakyat Indonesia menjelang hari kemerdekaan ke-73.
Minyak dan gas migas adalah salah satu sumber daya alam penghasil energi yang paling dibutuhkan dalam kehidupan manusia pada saat ini. Sumber daya alam ini tidak bisa lepas dari aktivitas sehari-hari karena memberikan sejumlah manfaat. Di Indonesia, energi minyak dan gas masih menjadi andalan utama perekonomian, baik sebagai penghasil devisa maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri. Oleh karena itu, kehadiran minyak dan gas sangat penting bagi kehidupan di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu migas minyak dan gas, bagaimana industrinya, dan apa saja produk-produknya, mari kita simak bersama penjelasan berikut ini. Apa Itu Migas Minyak dan Gas? Minyak dan gas bumi migas adalah sumber daya alam berbentuk zat cair dan zat padat yang tersimpan di dalam reservoir bumi. Reservoir itu sendiri adalah pori-pori batuan pada suatu kolam di perut bumi. Secara ilmiah, minyak dan gas bumi memiliki unsur senyawa yang sangat kompleks. Migas memiliki dua unsur utama, yaitu atom hidrogen H dan karbon C. Oleh karena itu, dalam ilmu kimia, unsur dalam minyak dan gas ini disebut dengan senyawa hidrokarbon CxHy. Migas berperan penting sebagai sumber energi utama di seluruh dunia. Selain itu, minyak dan gas juga merupakan bahan baku untuk produk obat-obatan, kimia, pupuk, pelarut, plastik, dan pestisida. Hampir seluruh sektor industri membutuhkan minyak dan gas. Sebagai komoditas vital yang perannya penting, migas menguasai hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, untuk mengelola minyak dan gas dalam sebuah industri, Pemerintah RI telah menetapkan sejumlah peraturan yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan beserta instrumen pelaksanaannya. Tata kelola atau peraturan pengelolaan industri vital ini mengatur semua lingkup aktivitas usaha, mulai dari kegiatan hulu hingga hilir. Di Indonesia, pengelolaan minyak dan gas migas diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Baca Juga Apa itu Hidrokarbon? Pengertian hingga Urgensinya Industri migas atau perminyakan bukan sebuah industri baru. Bisnis atau industri minyak dan gas telah berkembang sejak awal 1900-an, yaitu pada era Rockafeller dengan standar oilnya. Kegiatan usaha inti core business di industri migas dibedakan menjadi dua, yaitu kegiatan hulu dan kegiatan hilir. Kegiatan hulu industri migas meliputi eksplorasi, pengembangan lapangan migas, produksi atau eksploitasi, dan pengangkatan lifting minyak bumi atau gas alam. Setelah itu, ada kegiatan usaha hilir minyak dan gas yang terdiri atas kegiatan usaha pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga pemasaran. Industri perminyakan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Migas menjadi sumber pendapatan APBN dan sumber energi, khususnya BBM. Minyak dan gas di Indonesia menjadi penggerak berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, industri ini penting kehadirannya bagi masyarakat. Dunia industri migas minyak dan gas bumi mencakup pemrosesan minyak bumi secara global, yaitu mulai dari eksplorasi, ekstraksi, kilang minyak, transportasi, pemasaran, dan penjualan produk minyak bumi. Transportasi dalam industri migas biasanya melalui tanker minyak. Apabila dilihat dari total pendapatannya, proses produksi, distribusi, pengilangan, dan penjualan minyak bumi merupakan industri paling besar di dunia. Di Indonesia, hampir seluruh kegiatan eksplorasi migas dilakukan oleh kontraktor minyak asing yang bekerja sama dengan Pemerintah. Industri migas bersifat industri global, penuh resiko, dan juga mahal karena membutuhkan biaya yang besar. Untuk memastikan adanya hidrokarbon di bawah lapisan bumi, industri migas ini memerlukan peralatan dengan teknologi yang canggih. Baca Juga Mengenal Gas Alam sebagai Suplai Vital Energi Dunia Perusahaan Migas Minyak dan Gas Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri minyak dan gas. Tiga perusahaan migas terbesar yaitu Mobil Cepu Ltd, PT Chevron Pacific Indonesia, dan PT Pertamina. Di antara ketiga perusahaan itu, salah satunya merupakan perusahaan BUMN, yaitu PT Pertamina. Umumnya, pekerja di perusahaan minyak dan gas terdiri dari beberapa bidang, yaitu teknik, kesehatan masyarakat, hukum, dan ekonomi. Latar belakang teknik yang dibutuhkan di perusahaan migas juga bermacam-macam, misalnya teknik lingkungan, perminyakan, kimia, fisika, metalurgi, kelautan, dan lainnya. Perusahaan migas pada umumnya memiliki sembilan divisi penting, yaitu Health, Safety, Security, Environment Technician Engineering Technology Wells Project Trading Commercial Business Infrastructure atau Shared System Klasifikasi Produk Industri Migas Minyak dan Gas Untuk mendapatkan manfaat secara optimal dari minyak dan gas bumi, para ahli melakukan sejumlah pengolahan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan kebutuhan itu, muncul beberapa klasifikasi yang penting untuk membedakan tipe minyak dan gas bumi yang dijadikan produk siap pakai. Dalam industri migas, ada lima klasifikasi produknya, yaitu 1. Kondensat Klasifikasi pertama adalah kondensat. Kondensat adalah minyak mentah yang bersifat ringan. Gas bumi ini memiliki jenis hidrokarbon yang merupakan produk ikutan dari sumur gas. Kondensat memiliki kandungan gas bumi dalam jumlah yang sangat besar. 2. Gas Kering Klasifikasi produk yang kedua adalah gas kering. Gas kering merupakan fluida yang berada di dalam sebuah reservoir dalam bentuk fase gas yang kemudian tetap dalam kondisi gas ketika dialirkan. Gas alam dianggap kering’ ketika terdiri dari hampir seratus persen metana murni. 3. Gas Basah Klasifikasi ketiga adalah gas basah. Gas basah merupakan gas bumi yang hampir seluruh komposisinya molekul metana. Biasanya, kandungan metana gas basah berkisar antara 80 persen hingga 90 persen. Selain metana, kandungan gas basah adalah etana, pronana, butana, dan komponen lainnya. 4. Minyak Ringan Klasifikasi keempat adalah minyak ringan. Jenis minyak bumi ini berasal dari hasil sulingan minyak bumi. Minyak bumi yang melalui proses penguapan dan pengembunan pada tekanan atmosfer akan menghasilkan minyak ringan. Kandungan kadar logam dan belerang dalam minyak rendah. Selain logam dan belerang, minyak ringan hanya memiliki sedikit kandungan gas bumi. 5. Minyak Berat Klasifikasi terakhir adalah minyak berat. Minyak berat adalah minyak mentah dengan komposisi hidrokarbon berat yang besar. Gas bumi dalam minyak berat sangat sedikit. Bahkan, kandungan gas bumi kadang tidak ada sama sekali. Dari kelima pengklasifikasian produk industri itu, minyak dan gas bumi selanjutnya diolah menjadi produk siap pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Produk siap pakai itu misalnya untuk LPG, pupuk, tinta, cat, plastik, petrokimia, bahan bakar diesel, minyak tanah, dan lain-lainnya. Baca Juga Mengenal Minyak Bumi, Sumber Daya Alam penting dalam Kehidupan Manusia Komoditas Ekspor Migas Minyak dan Gas Indonesia memiliki sejumlah komoditas ekspor migas yang unggul di pasar global. Melansir CNN, ada tiga komoditas unggulan minyak dan gas Indonesia, yaitu minyak mentah, hasil minyak dan gas. PT Pertamina Persero sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas bertugas sebagai pengekspor produk migas Indonesia. Contoh komoditas ekspor migas antara lain avtur, pelumas, Marine Fuel Oil MFO, High Speed Diesel HSD, dan lain-lainnya. Kesimpulan Minyak dan gas bumi migas adalah sumber daya alam berbentuk cair padat yang terletak di dalam pori-pori batuan pada suatu kolam di perut bumi. Di Indonesia, minyak dan gas menjadi komoditas utama yang menyumbang pendapatan negara. Oleh karena itu, industri migas menjadi salah satu industri penting. Kegiatan industri migas di Indonesia terdiri dari kegiatan hulu dan kegiatan hilir. Keduanya berperan penting dalam menghasilkan produk-produk minyak dan gas. Produk-produk industri ini dikelompokkan dalam lima klasifikasi, yaitu kondensat, gas kering, gas basah, minyak ringan, dan minyak berat. Seluruh produk dalam industri minyak dan gas bumi ini menjadi komoditas yang penting. Bahkan, beberapa produk itu menjadi komoditas ekspor yang menyumbang keuntungan bagi perekonomian Indonesia. Solar Industri menyediakan pemesanan Bio Solar B30 Non-Subsidi Pertamina, jasa bunker service, dan pembuatan tangki solar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk proses pembelian, silakan hubungi kontak kami yang telah tersedia.
konsultan migas di indonesia